Definisi Ephemera: Dicetak untuk Sekali Pakai

Baru-baru ini saya sering mendengar satu kata yang menarik. “Ephemera”. Kata ephemera sudah lama ada, tapi saya baru tahu akhir-akhir ini. Karena penasaran, saya pun menjelajah internet untuk mencari definisinya. Dan inilah yang saya dapat:

Secara sederhana, definisi ‘ephemera’ adalah:
barang-barang yang berguna sebentar saja
barang-barang yang dibuat untuk dipakai sebentar

Definisi Ephemera: Dicetak untuk Sekali Pakai
Definisi Ephemera: Dicetak untuk Sekali Pakai
Ephemera adalah kata benda majemuk dari ephemeron. Kata ephemera berasal dari Yunani, ephēmeros  yang berarti ‘hanya bertahan satu hari’. Kata ephemera atau ephemeron awalnya merujuk pada demam yang berlangsung satu hari, atau serangga dengan masa hidup yang sangat pendek. Para penulis lama dari Yunani juga menggunakan ephemera untuk menyebut tanaman yang bertahan hidup hanya satu hari, ada juga penulis yang menyebut ephemera sebagai tanaman beracun yang bisa menyebabkan kematian dalam satu hari.

Kata ephemera atau ephemeron kemudian dipakai untuk orang atau benda yang memiliki masa hidup/kegunaan sebentar. Baru pada tahun 1930-an, ephemera digunakan untuk menjelaskan benda terbuat dari kertas seperti tiket, poster, kartu ucapan, yang setelah masa pakainya habis akan dibuang, didaur ulang, atau dikoleksi.

Barang-barang yang termasuk ke dalam kategori ephemera:
- tiket
- surat undangan
- kartu nama
- daftar menu
- peta
- majalah
- foto
- daftar musik
- nota / tanda terima
- kartu pos
- poster
- brosur
- pamflet
- boneka kertas
- kartu bertuliskan tanda tangan selebriti/publik figur
dan semua barang lain dari kertas yang dibuat hanya untuk sekali masa pakai.

Setelah masa pakainya habis, ephemera biasanya dibuang atau didaur ulang, dan saat ephemera menjadi langka, banyak orang yang tertarik untuk menjadikannya koleksi. Bagi kolektor, barang sekecil dan semurah apapun, semakin langka akan semakin menarik.


PS: Saat menjelajah internet, saya menemukan banyak penulis cerpen online yang menggunakan ephemera sebagai judul cerpen mereka. Saya tidak membaca cerpen mereka, tapi saya menebak pasti isinya tentang orang yang dibuang setelah dianggap tidak lagi berguna. Habis manis sepah dibuang. Tapi... sekali lagi, itu hanya tebakan.


0 komentar:

Post a Comment

-- Jangan berkomentar kasar/spam/p*rn --