5 Etika Regifting (Memberikan Kado Lama sebagai Hadiah Baru)

Regifting berarti memberikan kembali kado lama sebagai hadiah pada orang lain.
Kalau Anda menerima kado yang tidak diinginkan dari si A, lalu memberikannya kembali pada si B sebagai hadiah; sebenarnya itu adalah hal yang wajar. Daripada membiarkan kadonya berdebu di gudang atau membiarkannya membusuk (kalau hadiahnya adalah makanan), lebih baik diberikan pada yang mau.

Tapi, ada beberapa etika yang harus diperhatikan saat melakukan regifting. Jangan sampai si pemberi kado dan si penerima kado sakit hati gara-gara kado yang Anda berikan.

5 Etika Regifting (Memberikan Kado Lama sebagai Hadiah Baru)
5 Etika Regifting (Memberikan Kado Lama sebagai Hadiah Baru)

5 Etika dalam Regifting yang Perlu Diperhatikan

1. Jangan melupakan si pemberi kado
Intinya jangan memberikan kembali kado lama pada si pemberi kado yang asli. Menerima kado dari si A lalu setahun kemudian diberikan kembali pada si A, kekonyolan ini bisa terjadi kalau Anda melupakan nama si pemberi kado sebelumnya. Jadi, ingatlah baik-baik siapa yang sudah memberikanmu kado.

Jangan pula menghadiahkan kado pemberian si A kepada keluarga atau teman akrab si A. itu bisa membuat si A tersinggung, penerima kado tidak mau menerimanya, dan mungkin Anda akan jadi bahan gosip si A dan teman-temannya. Intinya, itu memalukan. Kalau lupa siapa yang memberikan kado lama, maka lebih baik simpan dulu. Jangan diberikan pada siapa pun kalau ragu, supaya tidak menimbulkan masalah.


2. Jangan memberi kado rusak /usang /kadaluarsa
Hal terburuk yang bisa dilakukan si pemberi kado adalah memberi kado rusak/ usang/ kadaluarsa. Mungkin pernah dengan peribahasa yang berbunyi: “sampah untuk kita bisa jadi harta untuk orang lain.” Kenyataannya tidak selalu seperti itu.

Perhatikan kondisi semua barang yang akan dijadikan kado, khususnya barang-barang yang bersifat consumeable (barang untuk dikonsumsi). Jangan berikan kado apa pun yang sudah rusak, terkoyak, atau kotor walaupun hanya sedikit terkena noda. Kalau bisa dibersihkan, maka berikan setelah dibersihkan. Tapi kalau tidak bisa dibersihkan, lebih baik jangan diberikan.

Hati-hati memperlakukan barang consumeable seperti makanan, minuman, dan kosmetik. Kalau barang tersebut sudah kadaluarsa, lebih baik buang saja. Kalau belum kadaluarsa tapi sudah pernah dibuka, jangan diberikan. Walaupun belum pernah dipakai (misal kosmetik), tapi kalau kemasannya sudah dibuka, lebih baik jangan diberikan.

Sebelum memberikan kado pada siapa pun, tanyalah pada diri sendiri: “apa aku mau menerima kado ini?” Kalau Anda sendiri tidak mau menerima kado yang akan Anda berikan, bagaimana dengan perasaan calon penerima? Jangan sampai si penerima kado tersinggung dan merasa terhina oleh kado yang Anda berikan.


3. Kasih kado yang sesuai untuk penerima
Seperti halnya Anda yang ingin dimengerti, dan ingin diberi kado yang cocok dengan Anda. Maka orang lain juga seperti itu. Anda perlu mengerti apa yang diinginkan oleh calon penerima kado, atau paling tidak, tahu kado seperti apa yang cocok untuknya.

Kalau Anda tahu calon penerima kado tidak suka masak, jangan beri kado alat masak padanya. Kalau calon penerima kado tidak suka warna hitam, maka jangan beri kado warna hitam. Aturannya sesederhana itu.


4. Ganti bungkus kadonya
Kalau memungkinkan, gantilah kemasan atau bungkus kado yang lama dengan yang baru. Supaya kado terlihat lebih bersih dan rapi. Anda tidak mengeluarkan uang untuk membeli kado, karena memberikan kado lama. Tapi setidaknya, keluarkanlah uang untuk bungkus kado baru. Itu tidak akan memberatkan Anda, kan?


5. Orang tak perlu tahu bahwa kado yang diberikan adalah kado lama, tapi juga jangan bohong
Etika nomor 5 ini adalah aturan paling penting.
Anda tidak perlu mengumumkan pada semua orang bahwa kado yang Anda berikan adalah hadiah yang dulu Anda terima. Apalagi sampai mengatakan bahwa Anda memberikannya karena tidak menyukai hadiah tersebut.

Kalau si pemberi kado mengetahui yang Anda katakan, mungkin kelak dia tidak akan mau memberikan apa pun lagi pada Anda. Selain itu, calon penerima kado ari Anda mungkin akan tersinggung dan tidak akan mau menerima kado dari Anda.

Kalau dalam kado yang Anda terima dulu terdapat kartu ucapan untuk Anda, buang kartu ucapan itu. Jangan sampai calon penerima kado melihat kartu ucapan itu dan membuat dia tahu bahwa kado dari Anda sebenarnya adalah pemberian orang lain untuk Anda.

Tapi kalau orang terlanjur tahu bahwa kado yang Anda berikan adalah kado lama pemberian orang lain, maka jujurlah. Katakan yang sebenarnya. Jelaskan dengan baik bahwa Anda tidak membutuhkan kado tersebut, bahwa kado yang Anda berikan masih dalam kondisi bagus dan akan lebih cocok digunakan oleh orang lain. Kalau kadonya memang berharga dan kita menunjukkan niat baik, pasti akan ada yang mau menerimanya.


Terkadang regifting memang perlu Anda lakukan Daripada Anda menjadi penimbun barang yang tidak Anda butuhkan. Apalagi kalau Anda tahu ada orang lain yang lebih membutuhkannya. Tapi ingatlah 5 aturan dalam regifting. Jangan sampai kado yang Anda berikan malah membuat orang tersinggung, dan membuat Anda malu.


0 komentar:

Post a Comment

-- Jangan berkomentar kasar/spam/p*rn --