6 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Mengundang Pencuri Masuk ke Rumah

June 06, 2017


Hati-hati! Jangan Lakukan Kebiasaan Ini Kalau Tidak Mau Pencuri Masuk Ke Rumah
6 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Mengundang Pencuri Masuk ke Rumah
6 Kebiasaan yang Tanpa Disadari Bisa Mengundang Pencuri Masuk ke Rumah
Ada enam kebiasaan yang tanpa kita sadari bisa menarik perhatian pencuri dan membuat pencuri merasa diundang untuk masuk ke dalam rumah kita. Enam kebiasaan itu di antaranya adalah:

1. Tidak menyalakan lampu rumah
Membiarkan lampu tidak menyala, meninggalkan rumah gelap sama sekali selama beberapa hari adalah tanda yang sangat jelas bahwa rumah itu sedang ditinggalkan penghuninya. Pencuri mungkin tidak akan masuk di hari pertama lampu padam, tapi jika setelah beberapa malam rumah tetap gelap, pencuri bisa yakin bahwa penghuni rumah sedang pergi.
Untuk mengatasinya: (1)nyalakan lampu di beberapa ruangan (bukan hanya di luar rumah), tidak perlu semuanya yang penting cukup untuk memberi penerangan pada rumah, (2)pasang timer pada lampu. Timer lampu adalah sistem yang bisa membuat lampu menyala dan mati secara otomatis di waktu-waktu tertentu.
Memasang timer lebih efektif karena pencuri ahli biasanya sudah tahu trik menyalakan lampu di rumah kosong. Tapi kalau lampunya menyala dan mati secara otomatis, maka pencuri akan lebih berhati-hati. Timer lampu sudah menjadi barang yang umum digunakan di Indonesia, dan bisa dibeli di toko elektronik, toko lampu, atau department store, harganya sekitar 150-250 ribu rupiah (tergantung merek). Mengeluarkan 150-250 ribu rupiah untuk timer adalah investasi yang bagus untuk mengamankan rumah kita dari pencuri.

2. Menyimpan tangga di luar rumah
Tangga kayu /tangga lipat /tangga yang mudah dipindah-pindah tidak boleh disimpan di luar rumah, karena pencuri bisa dengan mudah memanfaatkan tangga itu untuk memanjat ke atap atau lantai dua rumah kita. Sebaiknya simpan tangga di dalam gudang atau garasi. Kalau disimpan di luar rumah, pastikan diikat dengan rantai dan digembok.
Kebanyakan orang tidak begitu memperhatikan keamanan lantai dua rumah mereka karena berpikir pencuri akan masuk dari lantai satu. Pintu dan jendela di lantai satu diberi kunci pengaman khusus, sementara pintu dan jendela di lantai atas hanya diberi kunci pengait biasa. Padahal pencuri bisa dengan mudah masuk ke rumah kita melalui jendela lantai dua dengan bantuan tangga yang kita simpan sembarangan di luar rumah. Ini seperti sengaja menyediakan jalan pada pencuri untuk naik ke lantai dua rumah kita.

3. Membiarkan koran menumpuk di luar rumah
Untuk mereka yang berlangganan koran, biasanya akan mendapat kiriman koran setiap hari. Dan biasanya loper koran akan menyimpan koran di depan pintu gerbang atau melemparnya ke halaman rumah. Kalau ada beberapa koran menumpuk di depan gerbang atau di halaman rumahnya, maka bisa ditebak bahwa pemilik rumah sedang tidak ada di rumahnya.
Karena itu, sebelum meninggalkan rumah selama beberapa hari, hubungi agen koran untuk menunda kiriman koran selama beberapa hari. Dan minta pada mereka untuk mengirimnya sekaligus saat kita sudah kembali ke rumah. Kalau pemilik rumah berlangganan susu, yogurt, atau yang lainnya, maka sebaiknya lakukan hal yang sama. Jangan memberi tanda apapun pada pencuri bahwa sama sekali tidak ada orang di rumah.

4. Sembarangan membuang kemasan barang berharga
Kemasan barang berharga ini seperti dus bekas alat elektronik, dus jam tangan mewah, dan termasuk struk pembelian barang berharga. Pencuri bisa tahu apa yang baru kita beli dan apa yang ada di dalam rumah kita dari kemasan barang berharga yang kita buang ke tempat sampah di depan rumah kita. Kalau di tempat sampah ada dus bekas TV LCD misalnya, maka pencuri bisa menebak bahwa pemilik rumah punya TV LCD. Itu masuk akal, kan? Hal sederhana seperti itu bisa mengundang pencuri untuk masuk dan mencuri TV LCD dari rumah kita.

5. Membiarkan semak belukar
Semak belukar termasuk pohon, dan tanaman pagar yang dibiarkan menghalangi pandangan jendela rumah bisa jadi tempat sembunyi yang sempurna untuk pencuri. Tanaman memang bagus digunakan sebagai pembatas rumah, menyaring udara dan suara, juga membuat rumah menjadi lebih sejuk. Tapi jika tanaman dibiarkan membesar seperti tanaman liar hingga terlihat seperti semak belukar, maka tanaman itu bisa menutupi cahaya ke rumah sehingga rumah jadi lebih gelap dan menyediakan tempat persembunyian yang bagus untuk pencuri.
Pohon yang tinggi di dekat jendela lantai dua juga bisa jadi alat panjat yang sempurna untuk pencuri masuk ke lantai dua rumah kita. Selain itu, semak belukar juga bisa jadi sarang bagi binatang berbahaya seperti ular. Bayangkan kalau di rumah kita ada anak kecil yang senang bermain di dekat semak belukar itu. Serem, kan?
Karena itu, rajin-rajinlah merawat tanaman di sekitar rumah, ukuran besar tidak masalah asal tata letaknya tepat dan bentuknya tidak memadai untuk jadi tempat persembunyian pencuri dan binatang berbahaya.

6. Berbagi kabar liburan di sosial media
Kalau kita termasuk orang yang suka menjalin pertemanan dengan siapa saja di facebook, menambah koleksi teman dari orang-orang yang tidak kita kenal tanpa perduli latar belakang mereka, maka mulai sekarang berhati-hatilah. Bisa jadi salah satu dari orang asing yang kita jadikan teman di facebook itu adalah pencuri.
Saat kita berbagi kabar tentang liburan sekeluarga di luar kota, dan berbagi kabar pada teman bahwa rumah kita kosong atau bahwa kita sedang pergi jauh atau bahwa kita baru akan kembali beberapa hari lagi, maka pencuri juga bisa mendapatkan kabar yang sama. Dan rumah yang kosong ditinggalkan penghuninya adalah target yang menggiurkan bagi pencuri.
Aktif di sosial media seperti Facebook, Instagram, Google plus, atau yang lainnya tidak masalah. Berbagi kabar liburan kita pada keluarga, teman dan kenalan adalah hal yang lumrah. Tapi kita perlu menyadari bahwa banyak pencuri juga punya akun sosial media (kecuali orang miskin yang mencuri karena benar-benar kepepet).
Karena itu pilihlah teman dengan bijaksana. Memilih-milih teman tidak selalu berarti kita angkuh, itu artinya kita lebih berhati-hati. Dan yang lebih penting, tunda posting kabar atau foto liburan sampai kita kembali ke rumah, misalnya dengan bilang “baru pulang dari liburan nih...”, itu alternatif posting yang lebih aman.

Itu dia 6 kesalahan yang bisa mengundang pencuri masuk ke rumah. Bisa jadi kita sering tidak menyadarinya karena ini adalah hal biasa dan sering dianggap sepele. Tapi sekarang tahu, kan bahwa kebiasaan kecil bisa jadi kesalahan fatal yang membahayakan rumah dan kita sebagai penghuninya?


P.S.:
Satu tips untuk mereka yang suka ke luar kota dan membiarkan rumahnya tanpa penghuni selama beberapa hari: Sewa penjaga rumah untuk beberapa hari.
Kita tidak harus memperkerjakan penjaga rumah selamanya, hanya perlu membayar orang yang kita percaya untuk menjaga rumah selama kita pergi. Tugas penjaga rumah sementara tidak harus membersihkan rumah kita, yang penting menyalakan lampu rumah di waktu-waktu tertentu, dan mengawasi keamanan rumah.
Hanya pastikan untuk memilih orang yang benar-benar bisa dipercaya dan mampu menjaga rumah dengan baik selama kita pergi.
Bayaran untuk penjaga rumah sementara tidak akan membuat kita bangkrut, kan? Lagipula kalau punya dana untuk liburan, kenapa tidak punya untuk membayar penjaga rumah sementara. Anggap saja sebagai investasi keamanan rumah.


-- Tolong jangan berkomentar kasar/spam/p*rn, dan jangan tinggalkan link aktif :) --